headline photo

Perkembangan Bayi Pada Usia 3 Bulan

Monday, May 24, 2010

Perkembangan Bayi Pada Usia 3 Bulan

Anak saya, Syifa, sekarang usianya sudah menginjak pada tiga bulan lebih. Saya mencoba mencari tahu perkembangan-perkembangan apa pada umumnya yang terjadi pada bayi usia 3 bulan.

Berikut Informasi yang saya dapatkan:

  1. Motorik Kasar
    • Mulai berusaha membalikkan badan pada satu sisi, kemudian telentang kembali. Bantulah saat ia berusaha membalikkan badannya.
    • Bila diposisikan tengkurap, tampak tubuhnya bertumpu pada kaki. Sementara dada terangkat dan bertumpu pada lengan.
    • Otot leher mulai kuat (tak terkulai lemas). Bayi mulai mengangkat kepala sekitar 900 selama kurang lebih 1 menit.
    • Jika dipangku (posisi bayi didudukkan), kepalanya sudah bisa tegak. Patut dicurigai bila kepalanya terjatuh, tampak lemas atau menunduk.

  2. Motorik Halus
    • Bola mata sudah bisa mengikuti objek 1800. Terkadang untuk melihat suatu objek, ia sampai memutar kepalanya. Lantaran itu ia sudah dapat mengikuti arah mainan yang digerakkan di depan matannya.
    • Bisa melihat objek satu ke objek yang lain. Juga dapat melihat objek yang berada di arah atas kepalanya, dengan gerak mata ke atas.
    • Mulai memegang-megang mainan yang diberikan. Bayi akan menggenggam mainan tersebut. Terlihat pula usahanya untuk mendekatkan mainan ke arah mulut. Terkadang ia juga menggeliatkan badannya. Untuk menstimulasi, berikan mainan yang berbunyi seperti kerincingan yang memiliki pegangan untuk digenggamnya.
    • Umumnya bayi mulai memain-mainkan kedua tangannya, seperti saling menyentuh atau mengamati kedua tangannya. Stimulasi bisa dengan memberi mainan yang digantung di atas boksnya agar ia berusaha untuk meraihnya. Mainan sebaiknya tidak yang berputar karena koordinasi matanya belum baik, selain juga berisiko membuat matanya tidak terfokus pada satu objek.

  3. REFLEKS
    Sejak lahir sampai usia 2-3 bulan bayi memiliki refleks "menyentakkan badan." Sejalan dengan waktu, gerakan refleks tersebut akan menghilang.

  4. KOGNITIF
    • Memperhatikan mata dan mulut orang yang mengajaknya bicara.
    • Mencari dengan gerakan mata atau tubuhnya ke arah sumber suara.
    • Memperlihatkan ketertarikan pada sesuatu atau orang, paling tidak dalam satu menit.
    • Mulai bermain dengan mainan yang dibunyikan.
    • Menggunakan tangan dan mulut untuk mengeksplorasi sensorinya.

  5. BAHASA
    • Tangisan yang ditunjukkan bervariasi. Ada yang lemah, meninggi, tersedu-sedu dan sebagainya. Orangtua bisa membedakan tangisan mana yang menandakan kebutuhan akan makan, minum, lapar, kesal, marah, mengantuk, dan sebagainya.
    • Mulai tertawa dan menangis yang kedengarannya ritmis dengan mulut terbuka dan menutup.
    • Memekik atau menjerit.
    • Bunyi yang dikeluarkan seperti orang berkumur, "Oooo...", dan sebagainya. Biasanya suara-suara tersebut merupakan ekspresi rasa senang/gembiranya. Sering kali juga dibarengi dengan gerak anggota tubuhnya. Terkadang juga ia mengeluarkan bunyi seperti suku kata yang diucapkan namun belum terlalu jelas.
    • Ketika diajak bicara atau bercanda ia memberi respons dengan mengeluarkan bunyi-bunyi vokal seperti "a".
    • Setiap kali bayi menunjukkan kemajuan berbahasa dan kemampuan merespons, beri dia pujian dengan senyuman. Jika mengajaknya bicara, orangtua hendaknya mengucapkan kata dengan benar, tidak dicadel-cadelkan. Misal, "Adek mau susu?" bukan "Adek mau cucu."

  6. SOSIAL
    • Bayi mulai menikmati permainan sosial. Ia sering tersenyum bila melihat raut muka orang lain yang mengajaknya bercanda. Perilaku ini menunjukkan adanya hubungan sosial.
    • Bayi berusaha mengamati orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia akan belajar mengenali mimik orang-orang di sekitarnya apakah dalam keadaan senang, kesal, dan lainnya. Maka itu hendaklah orangtua selalu menampakkan wajah ceria pada si kecil.

  7. EMOSI
    • Reaksi emosi sudah lebih tampak. Contoh, bayi mengeluarkan suara-suara ketika merasa gembira, saat kesal atau marah.
    • Adakalanya ia bereaksi secara berlebihan, umpamanya berteriak-teriak, tak mau tenang untuk waktu lama, dan sebagainya. Reaksi ini umumnya merupakan cerminan kekecewaannya karena kebutuhan yang tidak segera direspons. Jika kebutuhannya dipenuhi biasanya ia akan tenang kembali.
    • Untuk menghadapi bayi dengan reaksi emosi berlebihan, tingkatkan kejelian membaca kebutuhannya dan penuhi segera.

  8. PERTUMBUHAN
    Berat badan sekitar 4,2-6 kg, tinggi 55,5 -61,1 cm dan lingkar kepala 37-43 cm.

Sumber Referensi: http://corpusalienum.multiply.com



Bookmark and Share