headline photo

Perkembangan Anak Usia 8 Bulan

Friday, February 11, 2011

Ciri Umum Perkembangan Anak/Bayi pada Usia 8 Bulan:

  • Belajar untuk duduk
  • Memperhatikan gerak - gerik orang yang ada disekitarnya dan benda - benda lain
  • Tertarik pada bayangannya sendiri dalam cermin

Waktu tidur. Bayi-bayi pada usia ini bisa jadi sangat bandel, terutama ketika mereka lelah. Hanya sedikit anak-anak yang ingin berhenti bermain ketika waktu tidur tiba, tetapi tentu saja anda tidak boleh membiarkan buah hati anda menjadi sangat lelah. Di sisi lain, bayi yang sangat aktif mungkin hendak bangun di tengah malam. Tidak ada cara menyelesaikan untuk masalah ini. Beberapa orang tua akan mengikuti jejak bayi; sedangkan sebagian lain menolak pergi ke kamar tidur setelah bayi ditidurkan.

Selimut. Pada usia ini, banyak bayi telah mendapat mainan, selimut atau guling yang mereka bawa kemana-mana bersama mereka. Kebiasaan ini sepenuhnya normal, dan merupakan tanda yang sehat bahwa bayi menemukan jalan untuk menjadi lebih tidak tergantung secara emosional sejalan dengan meningkatnya kemandirian fisik. Bila anak terus tersandung di atas selimut tercintanya, potong saja separuh. Jangan khawatir, selimut itu akan tetap dicintai walaupun tinggal separuh (dan yang menguntungkan juga salah satunya bisa dicuci sementara yang lain dipeluk). Bila untuk beberapa alasan perasaan sayang lebih baik dialihkan ke obyek lain (misalnya, bila suatu boneka atau mainan kesayangan memiliki bagian yang bisa tertelan), sematkan atau jahit obyek yang disukai kepada penggantinya, sampai yang baru mulai sama tuanya, sama baunya・dan sama disukainya seperti yang lama.

Pemberian makan. Pada tahap ini, seorang bayi mungkin mulai menggunakan makanan dengan agresif, menolak ditaruh di kursi bayi, melemparkan makanan kemana-mana, dan meminta makan dari piring yang lain. Ini bukan waktu untuk mencoba memaksakan makanan pada seorang anak, karena ia bisa mulai menggunakan makanan sebagai cara mengetes orang tua mereka. Bila bayi terus-menerus mengganggu waktu makan keluarga, mungkin lebih baik bila ia diberi makan terpisah.

Kemajuan fisik. Betapa jauhnya perkembangan bayi rata-rata pada usia ini! Sekarang, kebanyakan bayi bisa menyuapi diri mereka sendiri dengan roti kering dan bermain cilukba. Usaha untuk mengambil sebuah mainan darinya bisa mendapat perlawanan; dan bila sesuatu diletakkan di luar penglihatan atau jangkauan, bayi akan mencoba mencarinya. Bayi bisa dengan mudah memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain, dan mungkin menirukan beberapa suara yang dibuat oleh orang dewasa ketika bermain dengannya. Sejak dulu, bayi sudah belajar bagaimana duduk tanpa bantuan dan menahan sebagian beratnya ketika dipegang berdiri.

Keamanan. Bulan ini adalah waktu untuk melakukan prestasi yang menakjubkan bagi seorang bayi, tetapi bisa juga menjadi waktu frustrasi dan kecemasan bagi orang tua. Kebanyakan bayi suka pada segala sesuatu yang bisa mereka raih. Bila bergerak, mereka bisa mudah terluka jika terperangkap. Inilah waktunya untuk memeriksa kembali seluruh rumah untuk keamanan bayi. Bukan ide buruk untuk turun ke lantai dan merangkak-rangkak sedikit untuk mencari bahaya apa yang bisa mencelakakan bayi.

Anak-anak kecil lain, yang menyadari kecenderungan bayi untuk melahap apa saja, bisa mulai menawarkan hal-hal seperti cacing, pil, dan benda-benda lain yang tidak sesuai. Seperti disebutkan, bayi-bayi bisa terperangkap dalam keadaan berdiri dan tidak tahu bagaimana untuk duduk kembali; karena tidak tahu bagaimana harus menekuk tubuh, mereka bisa jatuh langsung ke belakang dan mendapat benturan keras di belakang kepala.

Orang tua dinasehatkan agar memastikan ada karpet lembut di bawah perabotan apapun, dimana bayi mungkin ditempatkan atau menarik dirinya berdiri. Mungkin bijaksana juga untuk mengajari bayi bagaimana untuk duduk dari posisi berdiri, dengan menekuknya perlahan di bagian pinggang berulang-ulang sampai ia tahu caranya. Alat penahan benturan di ayunan juga merupakan ide yang bijaksana.

Mengetes bahaya tidak selalu tak disengaja. Bayi-bayi mungkin belajar bagaimana menguji orang tua dengan minat mereka pada daerah-daerah bahaya, jadi inilah waktu bagi para orang tua untuk mulai belajar bagaimana menetapkan batasan-batasan. Penting bagi orang tua untuk memutuskan "pertempuran" mana yang layak dipertarungkan, karena sikap yang terlalu keras mungkin akan membahayakan bagi si bayi.

Sumber: anneahira.com & infoanakindonesia.tripod.com

Perkembangan Anak Usia 7 Bulan

Friday, January 21, 2011

Pada usia ini, bayi Ibu akan tertarik pada segala hal, termasuk yang tidak boleh dilakukan. Ini menjadi tugas tambahan Ibu untuk menjaganya.

Pemberian makan. Karena ketangkasan manual bayi yang meningkat, waktu makan seringkali menjadi permainan. Para bayi mungkin hendak makan dengan tangan atau menyapukan makanan di seluruh alas dada, atau membiarkan makanan meleleh perlahan menuruni dagu mereka. Mustahil untuk mengatakan apakah hal ini menggambarkan suatu eksperimen dengan tekstur tubuh atau hanya untuk menggoda ibunya. Namun, apa yang tampak seperti ketidak-tertarikan pada makanan mungkin harus dilihat sebagai tahap penting dalam perkembangan kebebasan. Kebanyakan bayi tampak lebih tertarik makan dengan jari-jari mereka, dan cukup bijaksana untuk mengikuti keinginan ini. Tidak diperlukan kekhawatiran tentang gizi yang baik pada tahap ini sebanyak yang dikira orangtua. Kebutuhan harian minimum yang mutlak untuk diet yang sehat pada tahap ini adalah (1) 0,57 ml susu atau setara dengan keju, susu dingin rendah lemak, atau pengganti kalsium; (2) 30 cc jus segar atau 1 buah; dan (3) 29 gram protein yang mengandung zat besi, seperti dalam telur atau daging. Daripada mengubah waktu-waktu makan menjadi peperangan dan makanan menjadi simbol sesuatu yang lain, seorang anak harus mulai belajar memenuhi kebutuhannya sendiri. Ini mungkin adalah waktu yang baik untuk memulai peralihan bertahap ke pemberian cairan dalam cangkir. Cara bijaksana untuk memulai adalah dengan menawarkan bayi sedikit susu ibu atau susu formula dalam cangkir, dan secara bertahap meningkatkan jumlah yang diminum dari cangkir sementara jumlah susu dari payudara atau botol dikurangi. Pada bulan ke-10 atau 11, bayi bisa meminum kebanyakan cairan dari cangkir.

Permainan. Seorang bayi pada usia ini mungkin juga menemukan permainan menyenangkan menjatuhkan sesuatu dan meminta orangtua mengambilkannya. Memungut barang yang jatuh lagi dan lagi mungkin memberikan kegembiraan besar pada seorang anak, tetapi melakukannya jauh lebih tidak menarik bagi orangtua. Tidak ada jalan untuk menyarankan seberapa sering orangtua harus menyerah pada tingkah laku yang jelas-jelas mempermainkan ini.

Kemajuan fisik. Pada bulan ketujuh, banyak bayi telah mulai berjalan-jalan dan tidak bisa lagi ditinggalkan sendiri dengan aman. Kemampuan merangkak meningkat, walau beberapa bayi lebih suka menyeret pantat di lantai. Banyak juga yang sudah mulai menarik diri mereka ke posisi berdiri, suatu pengalaman yang mungkin mereka rasa sangat menyenangkan tetapi juga sedikit menakutkan pada mulanya, karena mereka belum tahu bagaimana menurunkan diri mereka. Jangkauan lengan dan tangan juga banyak meningkat. Bayi menggunakan setiap tangan terlepas dari lainnya, mungkin tanpa memilih tangan yang disukai. Kebanyakan bayi suka membanting mainan atau obyek lain bersama-sama, dan membandingkan perbedaan ukuran atau bentuk mereka. Bayi juga mungkin tertarik menusuk barang-barang. Semua colokan listrik yang tidak terpakai di rumah kini harus dibungkus dengan plastik.

Pertumbuhan gigi dan telinga. Pertumbuhan gigi biasanya aktif selama masa ini. Gigi pertama, di rahang bawah, biasanya adalah yang terburuk. Selain meraba-raba gusi dan mulut, bayi suka meletakkan jari-jari di telinga mereka. Bila mereka terus menariki satu telinga dan tampak lekas marah atau terganggu, mereka mungkin memiliki infeksi telinga dan harus diperiksa oleh dokter.

Referensi: clubnutricia.co.id & infoanakindonesia.tripod.com

Perkembangan Anak Usia 6 Bulan

Thursday, January 6, 2011

Gratis 5$ buat anda, Silahkan Registrasi Di SINI

Perkembangan bayi / anak pada usia 6 bulan, rata-rata anak telah mulai berceloteh sepanjang waktu. Walau orang tua mungkin tidak mengetahui banyak apa yang dikatakannya, bayi berumur 6 bulan bisa mengerti beberapa kata, dan mungkin membuat dua suara yang bisa dikenali - mama dan dada -walau keduanya belum mempunyai arti pada anak tersebut.

Sembelit. Pengenalan makanan padat mungkin dapat menyebabkan anak mengalami sembelit pertamanya. Darah terang di tinja dapat menyertai hal ini, yang menandakan luka di sekitar anus yang sedikit berdarah. Langkah pertama dalam merawat ini adalah melunakkan tinja dengan memberi bayi jus prem, prem, atau sedikit gula asli. Berikutnya, anus, harus dilapisi jeli petroleum dua atau tiga kali sehari. Bila tidak sembuh, bayi harus dibawa ke dokter.

Kontrol. Beberapa bayi mungkin telah menemukan permainan yang menyenangkan dengan menjatuhkan barang, biasanya sebelum mereka menemukan keasyikan waktu mengambil barang-barang itu. Kegiatan ini biasanya mendatangkan respon dari orangtua, dan memberikan pengalaman awal dari suatu tindakan sebab-akibat untuk bayi, yang menikmati kontrol baru atas lingkungannya ini. Aktivitas tersebut juga mewakili kemajuan dalam perkembangan otot-otot halus pada tangan, yang disini sama dengan perkembangan otot-otot besar untuk daya gerak.

Mata. Pada usia ini, warna mata seorang anak bisa diramalkan. Mata biru akan tetap biru. Mata yang diperkirakan coklat akan berubah menjadi warna seperti warna lumpur.

Makanan. Pada bulan keenam, hampir semua bayi siap untuk makanan padat. Tanda kesiapan adalah kemampuan bayi untuk menolehkan kepalanya atau mendorong tangan anda menjauh ketika ia tidak mau makan lagi. Beberapa alasan untuk menunggu sampai saat ini untuk memberi makanan padat telah disebutkan sebelumnya. Pada umur 6 bulan, sistem pencernaan sudah cukup matang untuk menangani kebanyakan makanan. Kendati begitu, susu ibu atau susu formula akan tetap menjadi makanan pokok diet bayi sampai berbulan-bulan kemudian.
Adalah ide yang baik untuk memperkenalkan makanan secara bertahap, tiap kali seminggu, dimulai dari bijiran sereal seperti nasi kering (bayi 6 bulan tidak siap untuk makanan dari gandum). Larutkan 1 bagian sereal ke dalam 6 bagian air. Jangan gunakan susu sapi karena ini menambah kalori dan bisa memicu reaksi alergi. Berkembanglah secara bertahap dalam pola ini menuju sayuran dan buah yang disaring. Dengan memperkenalkan makanan paling tidak seminggu sekali, anda mempunyai waktu untuk mengamati apakah ada reaksi alergi.
Makanan-makanan bayi terbatas bisa disiapkan di rumah, tetapi tentu saja kita harus memperhatikan secara cermat untuk memastikan bayi mendapat zat besi yang cukup. Bila ada pertanyaan lain tentang kandungan besi dalam menu bayi, gunakan sereal kering untuk makanan bayi.
Seorang bayi pada awalnya mungkin menolak keras makanan padat karena rasa dan teksturnya tidak sama. Karena bayi-bayi amat suka memainkan segala hal pada usia ini, akan membantu untuk memberi mereka sendok dan cangkir untuk dimainkan sementara disuapi. Pada kasus apapun, anak-anak mungkin lebih tertarik bermain dengan makanan mereka daripada memakannya. Pemberian makan harus menjadi sesuatu yang menyenangkan, bukannya suatu peperangan; bila anak protes keras terhadap makanan, berhenti mencoba dan tunggu beberapa hari lagi.
Pada mulanya, susu bayi atau susu formula akan terus menjadi makanan utama menu bayi. Untuk mempertahankan persediaan susunya, ibu yang menyusui harus membiarkan bayi mengosongkan susu pada satu payudara, lalu menawarkan bayi sedikit makanan padat. Ia bisa meneruskan dengan payudara satunya bila anak masih lapar.

Alergi makanan. Reaksi alergi pada makanan bisa tampak seperti kesulitan pencernaan, tetapi ini mungkin juga meliputi pilek, ronki kering (wheezing), rewel, dan reaksi pada kulit yang beragam. Dengan diet eliminasi, orang tua bisa menarik makanan-makanan yang dicurigai menjadi penyebab alergi, menunggu gejala-gejalanya menghilang, dan lalu kembali menawarkan makanan tersebut. Bila gejala-gejala yang sama tiba-tiba muncul kembali, diagnosa alergi hampir dapat dipastikan. (Bagaimanapun, ternyata anak seringkali dapat menerima makanan penyebab alergi setelah beberapa bulan kemudian).
Jus jeruk terutama yang sering menyebabkan masalah; bayi-bayi memuntahkan jus ini dan terus melakukannya setiap kali ditawarkan. Sehari dua hari kemudian frekuensi buang air besar mungkin menjadi sering dan konsistensinya lembek, bayi mungkin menjadi rewel dan kembung. Beberapa orangtua menunda perkenalan dengan jus jeruk ini sampai bayi mampu minum dari cangkir, sekitar bulan kesembilan atau kesepuluh.
Banyak bayi yang lebih kecil dari 6 bulan alergi pada telur. Putih telur serta daging harus ditunda sampai belakangan hari karena protein makanan-makanan ini paling sulit dicerna.

Perkembangan fisik. Pada usia ini, perkembangan anak akan menjadi jelas. Anak yang sangat aktif mungkin sudah mulai merangkak, menarik perut dan kakinya di sepanjang lantai dengan menggunakan tangan. Bayi aktif bisa duduk beberapa menit pada suatu saat, dan akan menyukai untuk menapakkan kaki setahap demi setahap ketika dipegang tegak lurus. Anak rata-rata bisa berguling sendiri, dan akan mampu duduk tegak lurus tanpa memiringkan kepalanya ke satu sisi. Anak rata-rata akan mampu bergerak ke belakang dan ke depan, membuat kebanyakan bayi terlalu aktif waktu diberi makan atau dipasangi popok pada tahap ini. Jangan mengharapkan bayi berumur 6 bulan untuk tetap diam.

Keamanan. Bayi-bayi yang siap untuk makanan keras, juga siap untuk menelan obyek-obyek yang mereka sedang mainkan. Mereka bisa tersedak biskuit atau kue kering bila memakan makanan ini saat berbaring telentang; bayi tidak boleh disuapi apapun ketika sedang berbaring, ataupun ditinggalkan sendiri ketika makan. Untuk menarik obyek yang tertelan, pukul bayi di punggungnya, sambil memegangnya tengkurap di lutut anda. Anda bisa mencoba menariknya dengan jari, tetapi ini beresiko mendorong obyek itu lebih dalam. Sebagai upaya terakhir, coba manuver Heimlich.

Gigi. Selama masa ini gigi susu atau permanen seorang bayi yang tidak terlihat sedang menjalani pembentukan email. Bayi-bayi pada umur ini harus diberi sedikit air berfluoride atau tetesan fluoride bersama menu sehari-hari mereka. Fluoride diserap ke dalam lapisan terluar email dan membuat gigi bayi lebih tahan terhadap lubang.

Vaksinasi. Pada bulan keenam bayi harus mengunjungi dokter lagi dan menerima putaran ketiga vaksinasi rutin.

Penyapihan. Kapan bayi menyusui harus disapih? Jawabannya sangat individual dan, bagi beberapa orang, amat kontroversial. Tentunya susu ibu adalah bentuk gizi paling menguntungkan untuk seorang bayi, dan di beberapa masyarakat bayi-bayi disusui sampai umur 2 atau 3 tahun.
Namun, ada alasan bagus untuk menyapih pada suatu waktu di paruh kedua tahun pertama. Bayi-bayi beradaptasi lebih mudah pada penggunaan cangkir sebelum ulang tahun pertama mereka daripada sesudahnya. Akademi Dokter Anak Amerika menyarankan bahwa bayi yang disapih dari payudara harus terus diberi susu formula sampai berusia setahun. Satu cara untuk mulai menyapih adalah dengan menambahkan susu formula pelengkap. Digunakan untuk menggantikan satu waktu makan, satu botol sehari akan mulai melambatkan aliran susu. Namun, banyak ibu lebih suka mengalihkan bayi mereka langsung kepada cangkir, yang seharusnya dilakukan pada usia sekitar bulan kesembilan.

Referensi: infoanakindonesia.tripod.com

Perkembangan Anak Usia 5 Bulan

Friday, December 3, 2010

Pada usia 5 bulan, anak sudah bisa:

  • Menggulingkan badan
  • Menyentuh mainan
  • Membedakan suara

Ini adalah usia penemuan, usia menyelidiki berbagai hal dengan memainkan dan menirukan hal-hal tersebut. Mengamati sesuatu tidak lagi cukup; seorang bayi berumur 5 bulan hendak merasakan bentuknya baik dengan tangan maupun mulut. Seorang anak yang mungkin tampak siap memakan makanan padat mungkin masih lebih tertarik dalam menirukan bentuk-bentuk baru daripada mengkonsumsi makanan. Rentang perhatian untuk bermain, meningkat menjadi lebih dari satu jam.

Ruam alat kelamin dan popok. Menginjak usia 5 bulan, bayi-bayi menemukan dan memainkan alat kelamin mereka. Bagi orangtua atau kakek-nenek, hal ini mungkin sulit untuk diperhatikan dengan tenang, tetapi adalah bijaksana untuk menahan dorongan untuk mencegah kelakuan tersebut, yang merupakan bagian alami dari penyelidikan sang bayi. Mencoba melarangnya mungkin hanya mempertinggi keingintahuan sang bayi akan daerah yang baru ditemukan ini. Lecet dan borok di alat kelamin tidak disebabkan permainan ini tetapi karena ruam popok, dan harus dirawat dengan ketat. Solusinya adalah untuk menghindari popok berlapis plastik atau celana karet, tidak menggunakan deterjen keras atau pemutih ketika mencuci popok, dan sering mengganti popok (termasuk di tengah malam). Beberapa (tetapi tidak berarti semua) dokter anak menyarankan memakai bedak tepung jagung atau bedak bayi untuk menyerap amoniak dan membilas dengan cairan anti-amoniak sebelum mengeringkan popok. Mengoleskan salep pelindung pada lecet juga bisa dianjurkan. Membiarkan daerah tersebut terkena udara terbuka juga membantu; jika mungkin, biarkan bayi bermain tanpa popok di kain yang diletakkan di atas alas tahan air. Bila masalah berlanjut, hubungi dokter.

Perkembangan fisik. Pada akhir bulan kelima, kebanyakan bayi bisa tersenyum dengan spontan. Mereka meraih obyek-obyek, dan bisa mendapat genggaman yang kuat bila anda memberi mereka giring-giring. Kebanyakan bayi bisa melihat dan memandang obyek sebesar kismis, dan mereka tertawa serta menjerit. Pada masa ini, bayi-bayi yang terutama aktif sudah akan mulai tumbuh melebihi kursi lipat mereka, dan bisa dengan mudah merosot atau merangkak keluar dari kursi tersebut.

Keamanan. Bayi-bayi pada usia ini juga mulai mampu menemukan dan meniru obyek-obyek serta zat yang mungkin berbahaya. Orangtua manapun yang belum memeriksa rumahnya untuk keamanan bayi harus melakukannya sekarang. Setiap rumah dengan anak-anak harus memiliki sirup ipekak, yang digunakan untuk merangsang muntah pada kasus keracunan, dan daftar racun-racun serta penawarnya. Gunakan ipekak hanya setelah berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit terdekat. Ipekak diberikan sebagai satu sendok makan diikuti sampai 180 cc air atau susu, dengan dosis dan pemberian berulang 15 menit kemudian bila bayi belum berhasil muntah.

Tidur. Ini adalah usia dimana bayi-bayi mulai bangun sangat pagi, pada pukul 5 atau 6 pagi. Menjaga mereka tetap bangun larut malam hanya akan membuat orangtua, bukan si bayi, lebih lelah di pagi hari. Memaksakan pemberian susu tambahan waktu malam, yang mungkin tidak lagi diperlukan si bayi sekarang, juga takkan menolong. Hal satu-satunya yang bisa mencegah bayi berubah menjadi ayam jago adalah memasang tirai gelap di kamar tidur.

Sumber: http://infoanakindonesia.tripod.com

Perkembangan Anak Usia 4 Bulan

Saturday, November 27, 2010

Pada usia 4 bulan, anak sudah bisa:

  • Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke mulut
  • Tertawa, bergurau
  • Tengkurap

Usia 4 bulan merupakan awal kesadaran akan kedua sisi tubuh, dan ini mungkin merupakan akhir kesimetrisan gerakan. Bayi dapat memutar kepalanya untuk melihat ke banyak arah dan mengeluarkan beberapa suara yang dapat dikenali, terutama suara vokal seperti "ooh" dan "aah". Selama empat jam perhari mungkin dihabiskan untuk menyedot (selain makan), yang mungkin menunjukkan pertumbuhan gigi awal tetapi mungkin hanya merupakan bagian normal dari makin tingginya keingintahuan tentang segala sesuatu.

Rambut. Kalau bayi lahir dengan rambut, itu barangkali telah mulai gugur pada akhir bulan keempat, dan akan terus tumbuh selama beberapa bulan lagi. Rambut waktu lahir ada sedikit hubungannya dengan rambut permanen bayi dan bukanlah indikasi untuk warna rambut yang akan berlangsung terus. Karena rambut permanen mungkin tumbuh dalam waktu yang sama, sehingga rambut rontok mungkin tidak diketahui.

Gigi Tumbuh. Pada beberapa bayi, gigi mulai tumbuh pada awal bulan keempat. Pertumbuhan gigi dimulai dengan gigi seri bagian bawah. Gigi yang muncul ini akan menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada gusi yang dapat dihilangkan sementara dengan cara menggosokkan jari yang bersih dan es ke gusi. Bayi mungkin mulai menggaruk gusi (yang membantu mengurangi rasa sakit) dan mungkin mulai menggigit-gigit. Apakah rasa tidak nyaman merupakan pertanda tumbuhnya gigi? Kalau tindakan menggosok gusi menyebabkan dia menangis mendadak, jawabannya ialah ya. Dengan terus menggosoknya, bayi akan merasa enak dan tenang. Dengan memberikan sedikit cairan bayi asetaminofen, rasa sakit bayi akan terobati untuk sementara. Tetapi hati-hati, gigi yang mulai keluar pada usia 4 bulan mungkin tidak akan benar-benar muncul selama berminggu-minggu.

Vaksinasi. Tahap kedua vaksinasi sebaiknya dilakukan dalam bulan keempat.

Sumber: infoanakindonesia.tripod.com

Belajar Email Marketing

Thursday, May 27, 2010

Belajar Email Marketing

Email Marketing adalah sebuah sarana untuk melakukan prospek promosi/pemasaran di internet yang dengan cepat akan menaikkan omset penjualan anda secara dramatis, dengan resiko biaya yang dikeluarkan sangat minim.

Namun demikian saat ini hanya beberapa gelintir saja orang yang memanfaatkan sarana bisnis dengan menggunakan pemasaran lewat email ini.

Banyak orang yang menemui beberapa masalah karena tidak menggunakan cara-cara yang benar dalam pemasaran menggnakan email marketing, karena tanpa disadari mereka sedang berbuat spamming terhadap orang lain, sebab orang yang menerima email ini belum tentu mengerti apa yang sedang dipromosikan oleh kita.

Perlu kita ingat, tidak semua pengguna internet yang paham akan bisnis online.

Email Marketing yang tidak diminta oleh penerimanya atau SPAM adalah bisa disebut kejahatan.

Banyak diantara kita belum bisa membedakan antara email SPAM dan email marketing yang bertanggung jawab.

Sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan email SPAM untuk tujuan bisnis marketing anda, sebab dengan berbuat spamming akan menyebabkan anda menemui beberapa kesulitan di kemudian hari.

Promosi dengan Email marketing dipastikan sangat akurat dan murah untuk menjaring prosfek bisnis dan meningkatkan profit anda.

Bagi yang belum menggunakan Keampuhan Email Marketing, Silahkan download gratis scriptnya di sini, atau mau yang lebih canggih, di sini...



Bookmark and Share


Perkembangan Bayi Pada Usia 3 Bulan

Monday, May 24, 2010

Perkembangan Bayi Pada Usia 3 Bulan

Anak saya, Syifa, sekarang usianya sudah menginjak pada tiga bulan lebih. Saya mencoba mencari tahu perkembangan-perkembangan apa pada umumnya yang terjadi pada bayi usia 3 bulan.

Berikut Informasi yang saya dapatkan:

  1. Motorik Kasar
    • Mulai berusaha membalikkan badan pada satu sisi, kemudian telentang kembali. Bantulah saat ia berusaha membalikkan badannya.
    • Bila diposisikan tengkurap, tampak tubuhnya bertumpu pada kaki. Sementara dada terangkat dan bertumpu pada lengan.
    • Otot leher mulai kuat (tak terkulai lemas). Bayi mulai mengangkat kepala sekitar 900 selama kurang lebih 1 menit.
    • Jika dipangku (posisi bayi didudukkan), kepalanya sudah bisa tegak. Patut dicurigai bila kepalanya terjatuh, tampak lemas atau menunduk.

  2. Motorik Halus
    • Bola mata sudah bisa mengikuti objek 1800. Terkadang untuk melihat suatu objek, ia sampai memutar kepalanya. Lantaran itu ia sudah dapat mengikuti arah mainan yang digerakkan di depan matannya.
    • Bisa melihat objek satu ke objek yang lain. Juga dapat melihat objek yang berada di arah atas kepalanya, dengan gerak mata ke atas.
    • Mulai memegang-megang mainan yang diberikan. Bayi akan menggenggam mainan tersebut. Terlihat pula usahanya untuk mendekatkan mainan ke arah mulut. Terkadang ia juga menggeliatkan badannya. Untuk menstimulasi, berikan mainan yang berbunyi seperti kerincingan yang memiliki pegangan untuk digenggamnya.
    • Umumnya bayi mulai memain-mainkan kedua tangannya, seperti saling menyentuh atau mengamati kedua tangannya. Stimulasi bisa dengan memberi mainan yang digantung di atas boksnya agar ia berusaha untuk meraihnya. Mainan sebaiknya tidak yang berputar karena koordinasi matanya belum baik, selain juga berisiko membuat matanya tidak terfokus pada satu objek.

  3. REFLEKS
    Sejak lahir sampai usia 2-3 bulan bayi memiliki refleks "menyentakkan badan." Sejalan dengan waktu, gerakan refleks tersebut akan menghilang.

  4. KOGNITIF
    • Memperhatikan mata dan mulut orang yang mengajaknya bicara.
    • Mencari dengan gerakan mata atau tubuhnya ke arah sumber suara.
    • Memperlihatkan ketertarikan pada sesuatu atau orang, paling tidak dalam satu menit.
    • Mulai bermain dengan mainan yang dibunyikan.
    • Menggunakan tangan dan mulut untuk mengeksplorasi sensorinya.

  5. BAHASA
    • Tangisan yang ditunjukkan bervariasi. Ada yang lemah, meninggi, tersedu-sedu dan sebagainya. Orangtua bisa membedakan tangisan mana yang menandakan kebutuhan akan makan, minum, lapar, kesal, marah, mengantuk, dan sebagainya.
    • Mulai tertawa dan menangis yang kedengarannya ritmis dengan mulut terbuka dan menutup.
    • Memekik atau menjerit.
    • Bunyi yang dikeluarkan seperti orang berkumur, "Oooo...", dan sebagainya. Biasanya suara-suara tersebut merupakan ekspresi rasa senang/gembiranya. Sering kali juga dibarengi dengan gerak anggota tubuhnya. Terkadang juga ia mengeluarkan bunyi seperti suku kata yang diucapkan namun belum terlalu jelas.
    • Ketika diajak bicara atau bercanda ia memberi respons dengan mengeluarkan bunyi-bunyi vokal seperti "a".
    • Setiap kali bayi menunjukkan kemajuan berbahasa dan kemampuan merespons, beri dia pujian dengan senyuman. Jika mengajaknya bicara, orangtua hendaknya mengucapkan kata dengan benar, tidak dicadel-cadelkan. Misal, "Adek mau susu?" bukan "Adek mau cucu."

  6. SOSIAL
    • Bayi mulai menikmati permainan sosial. Ia sering tersenyum bila melihat raut muka orang lain yang mengajaknya bercanda. Perilaku ini menunjukkan adanya hubungan sosial.
    • Bayi berusaha mengamati orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia akan belajar mengenali mimik orang-orang di sekitarnya apakah dalam keadaan senang, kesal, dan lainnya. Maka itu hendaklah orangtua selalu menampakkan wajah ceria pada si kecil.

  7. EMOSI
    • Reaksi emosi sudah lebih tampak. Contoh, bayi mengeluarkan suara-suara ketika merasa gembira, saat kesal atau marah.
    • Adakalanya ia bereaksi secara berlebihan, umpamanya berteriak-teriak, tak mau tenang untuk waktu lama, dan sebagainya. Reaksi ini umumnya merupakan cerminan kekecewaannya karena kebutuhan yang tidak segera direspons. Jika kebutuhannya dipenuhi biasanya ia akan tenang kembali.
    • Untuk menghadapi bayi dengan reaksi emosi berlebihan, tingkatkan kejelian membaca kebutuhannya dan penuhi segera.

  8. PERTUMBUHAN
    Berat badan sekitar 4,2-6 kg, tinggi 55,5 -61,1 cm dan lingkar kepala 37-43 cm.

Sumber Referensi: http://corpusalienum.multiply.com



Bookmark and Share